Wikipedia

Hasil penelusuran

Minggu, 22 November 2015

Adjektiva: Part 1

Assalamualaikum! :D
Shalom Aleichem! :D

פרחים יפים
Prakhim  Yafim
Bunga-bunga yang indah
Bagaimana kabarnya semua? Ani mitzta'er ke eini et harbe hazman, az ani kim'at velo kotev kan (I am sorry because I do not have much time, so i rarely write here). OK, langsung aja, sekarang kita membahas tentang adjektiva. Adjektiva adalah kelas kata yang bertugas menerangkan kualitas suatu benda. Misalnya aja, buku besar, rumah tua, orang yang tinggi, dll. Nah, untungnya dalam bahasa Ibrani, untuk meletakkan kata sifat tersebut seperti bahasa Indonesia. Kata sifat ditempatkan setelah kata benda yang dimaksud. Perhatikan contoh berikut:
  • Buku besar              Sefer gadol                        ספר גדול
  • Rumah tua              Bayit yashan                       בית ישן
  • Orang tinggi            Ish gavua                            איש גבוה

Namun, ada yang perlu dicatat dalam bahasa ibrani. Kata sifat dalam bahasa Ibrani harus serasi dengan kata benda yang diikutinya dari segi jumlah, jenis gender, dan kata sandang yang dipakai. Jadi, kalau kata bendanya jamak, bentuk adjektivanya juga ikutan jamak. Kalau kata bendanya perempuan, adjektiva ikutan jadi perempuan. Dan tentu saja, kalau kata bendanya pakai kata sandang ha-, adjektivanya juga ngikut. Simpelnya seperti contoh berikut:
  • Seorang anak laki-laki yang kecil
    בן קטן רץ כשגשם מגיע
    Ben katan ratz kshegeshem magia
    Seorang anak laki-laki yang kecil berlari saat hujan turun
    • ben katan
    • בן קטן
  • Anak laki-laki yang kecil itu
    • haben hakatan
    • הבן הקטן
  • Anak-anak laki-laki yang kecil itu
    • habanim haktanim
    • הבנים הקטנים
    • banim ktanim
    • בנים קטנים
  • Sebuah kota yang besar
    • ir gdola
    • עיר גדולה
  • Kota yang besar itu
    • ha'ir hagdola
    • העיר הגדולה
  • Kota-kota yang besar itu
    • irim gdolot
    • עירים גדולות
    • ha'ir hagdolot
    • העירים הגדולות
Nah, sudah jelas apa belum?? Nah, selama mengalami perubahan sebenarnya ada sedikit perubahan suara yang akan terdengar. Lama-lama kalian juga bakalan bisa nebak sendiri deh, gimana nanti si kata itu diucapkan. Supaya lebih sistematis, ini dibikinin tabelnya.

Kata sifat: gadol (גדול) 'besar'
Adjektiva
Singular
Plural
Maskulin
גדול
gadol
גדולים
gdolim
Feminin
גדולה
gdola
גדולות
gdolot

Tapi, kalau huruf terakhir dari kata sifat itu aleph atau het, jadinya seperti ini.
Adjektiva
Singular
Plural
Maskulin
יפה
yafe
יפים
yafim
Feminin
יפה
yafa
יפות
yafot

Perubahannya mirip-mirip perubahan kata kerja pada bentuk kala hove (הווה) 'masa kini/present'. So, gimana? Mudah kan? Nah, sekarang, coba kalian praktikkan pengetahuan ini ke dalam bahasa ibrani ya!! Coba berkreasi buat bentuk kata dalam bentuk jamak dan singularnya, plus jangan lupa kata benda yang zachar dan nekva yang mana... :D

ספר
Sefer
Buku
גדול
Gadol
Besar
בית
Bayit
Rumah
קטן
Katan
Kecil
תפוח
Tapuakh
Apel
טוב
Tov
Baik
יום
Yom
Hari
רע
Ra’
Buruk
שנה
Shana
Tahun
מכוער
Mekhoar
Jelek
איש
Ish
Laki-laki
יפה
Yafe
Bagus
אישה
Isha
Perempuan
רחב
Rakhav
Luas
מונית
Monit
Taksi
צר
Tzar
Sempit
שיר
Shir
Lagu
ארוך
Aruch
Panjang
עפרון
Iparon
Pensil
קצר
Katzar
Pendek
טן
Ten
Pena
רחוק
Rachok
Jauh
סרגל
Sargel
Penggaris
קרוב
Karov
Dekat
דלת
Delet
Pintu
גבוע
Gavua
Tinggi
חלון
Chalon
Jendela
נמוך
Namoch
Rendah
חולצה
Chultza
Pakaian
יקר
Yakar
Mahal
נעל
Na’al
Sepatu
צול
Tzol
Murah
Keterangan:
Yang berwarna merah adalah kata benda feminin (nekva)

Selamat mencoba! :D
Sampai jumpa di pelajaran berikutnya!

5 komentar:

Anonim mengatakan...

שלום!
kang, saya mau tanya sesuatu lagi tentang bahasa ibrani.
1. Apakah ada perbedaan penggunaan antara אהבתך dengan האהבה שלך ? Dari kedua bentuk itu yang mana yang paling sering digunakan?
2. Adakah jenis kata benda yang hanya boleh bergenitif של saja? atau semua kata benda memiliki bentuk של maupun pronomina?
3. Untuk bentuk gentif yang mengikuti pronominanya, adakah bentuk dual? atau hanya tunggal dan jamak saja, misal
tangan saya (ידי) - tangan-tangan saya (ידיי)
תודה רבה לך

oz1412 mengatakan...

ועליכם שלום...
1. Kedua bentuk tersebut ahavatekha (אהבתך) dan ahava shelkha (אהבה שלך) sama-sama masih digunakan. Hanya saja, dalam percakapan sehari-hari cenderung memakai partikel shel (של), bukan akhiran pronominanya. Kalau Saudara belajar bahasa Ibrani liturgis, bentuk ahavatekha yang lebih sering muncul.
2. Sejauh pengetahuan saya, semua bentuk benda dapat memakai bentuk akhiran pronomina dan partikel shel. Namun, sekali lagi, kalau Saudara pas lagi jalan-jalan ke Israel/Palestina, lebih sering denger yang pakai partikel shel.
3. Wah, masukan yang bagus. Saya belum pernah menemukan sumber bentuk dual. Misal dua bukuku, lebih sering diterjemahkan sebagai shtey sfarim sheli (שתי ספרים שלי). Saya belum tahu seperti apa bentuknya untuk yang akhiran bentuk dual bila tidak pakai partikel shel. Coba masing-masing cek pustaka lagi ya.. hehee
Kalau boleh berhipotesis, kemungkinan perubahannya seperti ini:
1. Shtey sfarim sheli שתי ספרים שלי
2. Sfarayim sheli ספריים שלי
3. Sfarayay ספריי
Bentuk yang nomor 1 dan 2 sangat umum digunakan. Sementara bentuk hipotetik (no. 3), saya belum pernah menemukannya di literatur manapun. Mungkin yang belajar literatur liturgi Ibrani, seperti para pendeta kristen, mungkin lebih paham. Sebab, saya hanya belajar Ibrani percakapan sehari-hari saja. Saya tidak mempelajari bentuk liturgis bahasa Ibrani.

Btw, thx atas kunjungannya yaa... :D
תודה רבה!

Anonim mengatakan...

שלום! מה שלוםך?
Saya masih bingung tentang bilangan, malah katanya Hebrew native speaker pun masih suka salah. Kalau ספרים itu memakai שתי ataukah שני?
Iya memang ternyata bentuk yang mengikuti pronominanya lebih sering dipakai di Ibrani liturgis ketimbang di Ibrani modern. Saya sering mendengar bentuk yang mengikuti pronomina itu di lagu-lagu Pop Ibrani kang.
Posting tentang bahasa Ibrani lagi dong kang hehe terutama tentang verba. Sampai saat ini itu yang paling mengganggu saya, padahal saya kira lebih mudah bahasa Ibrani tapi saya lebih menguasai bahasa Arab.
תודה רבה רבה!

oz1412 mengatakan...

Saya juga masih belajar yg di bagian bilangan, rada2 ribet soalnya hehehe...
yang jelas gender benda akan diikuti oleh gender si bilangan. Kalo bendanya maskulin, ya pake bilangan maskulin, kalo feminin ya yg feminin. W juga sering ketuker... hehehe

Ekhad Akhat
Shanyim Shtayim
Shalosh Shlosha
Arba Arba'a
Khamesh Khamisha
Shesh Shisha
Sheva Shvu'a
Shmone Shmona
Tesha Tish'a
Eser Asara

Insya Allah nanti dicoba bikin artikel lagi, ini lagi sibuk ngurusin kerjaan yang laen,,, hehehe :D thx yaa atas masukannya

oz1412 mengatakan...

Wah, hebat doong dah lebih lancar bahasa arab :D boleh tukeran ilmu niih hehehe... kalau bisa bahasa arab, bahasa ibrani cenderung lebih mudah. banyak yang mirip. Saya pribadi lebih suka fonetik pengucapan bahasa ibrani, lebih mudah dilafalkan daripada fonem bahasa arab. Sampai sekarang saja saya masih sulit mengucapkan huruf-huruf empatetik bahasa arab bila tidak diikuti vokal, yg macam shad, dhad, tha, zha.

Tapi memang, bahasa arab lebih kaya susunan tasrif untuk satu kata. Coba cek di wikipedia deh bang. Hal ini wajar sih, soalnya dalam sejarah bahasa, para ahli memperkirakan bahasa arab itu berpisah sendiri dari bahasa proto-semitik sejak awal dan masih preserved banget ma bentuk2 arkais. Kalau bahasa ibrani udah banyak yang hilang. Jamak taksir aja bahasa ibrani tinggal remah-remahnya doang, bahasa arab? Saya cuma bisa bilang maa syaa'-Allah... kuatnya bisa ngapalin seabrek begitu... XD