Wikipedia

Hasil penelusuran

Kamis, 17 Januari 2013

Tata Bahasa Esperanto

LL Zamenhoff, The Creator of Esperanto Language
Bahasa Esperanto memiliki tingkat keteraturan yang tinggi. Sehingga, hal ini tidak menyulitkan untuk mempelajarinya karena tidak ada bentuk iregular dalam bahasa Esperanto. Kemudahan inilah yang membuat prinsip tata bahasa Esperanto dasar sangat mudah untuk dipelajari, bahkan hanya dalam hitungan jam. Berikut di bawah ini adalah paparan singkat mengenai prinsip dasar tata bahasa Esperanto.

Kata Benda, Kata Kerja, dan Kata Sifat

Kata Benda

Kata benda dalam bahasa Esperanto selalu diakhiri dengan huruf -o dalam bentuk tunggalnya. Contohnya: patro "ayah", knabo "anak laki-laki", floro "bunga", domo "rumah", dan lain sebagainya. Untuk membentuk bentuk jamak dalam bahasa Esperanto, akhiran -j ditambahkan. Sehingga patro "ayah, bapak" ['patro] menjadi patroj "para ayah, ayah-ayah, bapak-bapak, para bapak" ['patroʲ].

Kata benda dengan posisi akusatif (objek langsung) pada kalimat akan diberi tambahan imbuhan -n, seperti dalam contoh: mi legas la libron "saya membaca buku". Posisi kata libro "buku" bertindak sebagai objek langsung dari verba legas "membaca/sedang membaca". Sehingga, akhiran akusatif diterapkan. Begitu juga dengan bentuk jamak, mi rekontis miajn malnovajn amikojn "saya telah bertemu teman-teman lama saya".

Bahasa Esperanto tidak memiliki kata sandang indefinit (tak tentu), seperti seorang, seekor, sebuah, sekuntum, dll. Namun, bahasa Esperanto memiliki kata sandang tentu la. Kata ini tidak memiliki padanan yang tepat dalam bahasa Indonesia, umumnya diterjemahkan dengan kata itu/ini. Kata ini sepadan dengan kata the dalam bahasa Inggris. Contoh kalimat dengan penggunaan kata sandang la:


La libro estas rega. La rega libro estas mia. Mia libro estas malnova libro.

"Buku ini merah. Buku merah ini milikku. Bukuku ini adalah buku yang lama."

Kata Kerja

Kata kerja dalam bahasa Esperanto berubah bergantung pada waktu, seperti halnya bahasa Inggris, Jerman, Prancis, Rusia, Arab, Hindi, Jepang, Korea, dsb. Yang membedakannya adalah bahasa Esperanto tidak terinklinasi karena jumlah persona seperti dalam bahasa Inggris, Prancis, Arab, Rusia, Jerman, dsb. Bahasa Esperanto memiliki beberapa bentuk inklinasi kata kerja. Dalam artikel ini akan dibahas 4 inklinasi terlebih dahulu, yaitu: akhiran infinitif, akhiran masa lampau, akhiran masa kini, dan akhiran masa depan.

Kata kerja infinitif adalah kata kerja asal yang belum berubah karena adanya aspek waktu maupun modus lainnya. Dalam bahasa Inggris hal ini dikenal dengan bentuk verba to infinitive seperti, to think, to teach, to hug, to try dan lain sebagainya. Keadaan infinitif verba dicirikan dengan akhiran -i pada sebuah kata, seperti rekonti "bertemu", paroli "berbicara", esti "adalah", voli "ingin, mau", manĝi "makan", ŝati "menyukai", dan lain sebagainya. Terjemahan verba infinitif adalah untuk (verba). Untuk menegaskan  kegunaannya diberi kata por "untuk" sebelum verba kedua.
Contoh kalimat dengan bentuk infinitif:
  • Mi povas ludi gitaron.
    • Saya dapat bermain gitar.
  • Mia patrino aĉetas ovojn por fari kuko.
    • Ibuku membeli telur untuk membuat kue.
  • La studentoj lernas skribi pro fari kaligrafion.
    • Para siswa sedang belajar menulis untuk membuat kaligrafi.
  • Mia patro deziras iri al la domo de sian onklo.
    • Ayahku ingin pergi ke rumah pamannya.
  • Mi ne devas iri nun nur preni ĝin.
    • Saya tidak harus pergi sekarang hanya untuk mengambilnya.
Untuk mengekspresikan suatu kegiatan pada masa sekarang (present), digunakan akhiran verba -as. Sehingga, rekonti "bertemu" menjadi rekontas "bertemu, sedang bertemu", legi "membaca" menjadi legas "membaca, sedang membaca", dsb. Kala waktu sekarang dalam bahasa Esperanto juga bermakna suatu kejadian yang sedang berlangsung. Jadi kalimat li estas en la domo dapat berarti "dia ada di rumah" atau "dia sedang ada di rumah", ŝi manĝas en la restoracio bermakna "dia (pr) makan di restoran" atau "dia (pr) sedang makan di restoran". Hal ini juga umum terjadi dalam bahasa Jerman dan Rusia. Dalam bahasa Indonesia, ekspresi ini terkadang digunakan dalam ragam percakapan atau tulisan informal, dengan tidak mencantumkan keterangan sedang, lagi, atau tengah untuk menyatakan kejadian tengah berlangsung.
Contoh kalimat dengan akhiran masa kini:
  • Mi pentras la pejzaĝan bildon.
    • Saya sedang melukis gambar pemandangan alam.
  • Sinjorino Santi nun ne instruas. Ŝi iras kun sia edzo.
    • Ibu Santi tidak mengajar hari ini. Beliau sedang pergi bersama suaminya.
  • Ĝi estas la granda roko ankaŭ la domo. Tiu roko estas farita la sidejo.
    • Ada batu besar di depan rumah. Batu itu dijadikan tempat duduk.
  • Multaj arboj en la arbaro estas rompita ĉar la ŝtormo.
    • Banyak pohon di hutan rusak karena terkena badai.
  • Li ne komprenas.
    • Dia tidak mengerti.
  • La suno leviĝas en la oriento kaj aroj en la okcidento.
    • Matahari terbit di timur dan terbenam di barat.
  • Ĝi estas (dekdu) 12 monatoj de jaro.
    • Satu tahun ada 12 bulan.
  • Lam mi marŝas al la lernejo.
    • Aku biasa berjalan kaki ke sekolah.
Keadaan masa lampau ditandai dengan akhiran -is. Masa lampau ini juga termasuk perfektif masa kini (Eng: to have participle dan to have been verb-ing), perfektif lampau, perfektif kontinu lampau, kontinu lampau, dan juga lampau biasa. Intinya, segala kegiatan yang telah terjadi ditandai dengan akhiran -is, tidak peduli rentang waktunya, apakah itu baru saja terjadi atau telah lama terjadi. Keterangan waktu dan beberapa imbuhan akan memberikan informasi tambahan mengenai aspek waktu. Hal ini juga sama terjadi dalam bahasa Indonesia, hanya saja verba tidak berubah. Bahasa Indonesia cukup menyatakan keterangan waktu untuk menujukkan suatu kejadian terjadi di masa lalu. 
Contoh kalimat dengan keadaan lampau:
  • Mi manĝis en mia domo.
    • Saya sudah makan di rumahku.
  • Mia patro rekontis siajn malnovajn amikojn.
    • Ayahku telah bertemu teman-teman lamanya.
  • Ĉu prenantis Viajn medikamentojn?
    • Apakah Anda telah meminum obat Anda?
  • Ĵus mi iris al la urbo.
    • Baru saja aku pergi ke kota.
Masa depan dinyatakan dengan akhiran -os. Seperti halnya aspek masa lampau dan masa kini, akhiran ini juga mencakup hal-hal kontinu dan sederhana. Berikut adalah contoh kalimat dengan verba bentuk akhiran -os.

  • Mi iros al la urbo.
    • Saya akan pergi ke kota besok.
  • La patro ne legos tiu libro 
    • Ayah tidak akan membaca buku itu nanti.
  • Patrino estos donita la kolieron de la patro.
    • Ibu akan diberi kalung oleh ayah.
  • La kato estos donita manĝon.
    • Kucing akan diberi makan.

Kata Sifat

Kata Sifat dalam bahasa Esperanto selalu diakhiri dengan -a. Kata sifat juga diikuti akhiran jamak dan akhiran akusatif apabila kata sifat tersebut mengikuti kata benda yang memiliki akhiran tersebut. Akhiran ini juga digunakan untuk menunjukkan kata ganti kepunyaan.
Contoh:
  • Ĉi tiu floro estas ruĝa. La ruĝa floro estas bela.
    • Bunga ini merah. Bunga merah ini indah.
  • Ĉi tiu libroj estas grandaj. La grandaj libroj estas la libro de patro.
    • Buku-buku ini besar. Buku-buku ĵang besar ini adalah buku ayah.
  • Mia patro iras al la urbo.
    • Ayah saya pergi ke kota.
  • Via patrino ne legas ruĝajn librojn en la salono.
    • Ibumu tidak membaca buku-buku merah di ruang tamu.
OK, cukup sekian dulu pelajaran bahasa Esperanto kali ini. Sampai bertemu pada pelajaran berikutnya! Ne cedu por lerni!

Tidak ada komentar: