Wikipedia

Hasil penelusuran

Jumat, 11 Januari 2013

Fonologi Bahasa Esperanto

Dokumen berbahasa Esperanto pertama
La Internacia Lingvo por Rusoj

Selayang Pandang Alfabet Esperanto

Esperanto adalah bahasa artifisial yang diciptakan oleh LL Zamenhoff. Bahasa ini memiliki fonologi yang tidak terlalu rumit. Akan tetapi, bahasa ini memiliki ortografi sendiri yang tidak dimiliki bahasa lainnya. Bahasa Esperanto memiliki konsistensi pembacaan. Tidak seperti bahasa Inggris yang memiliki banyak inkonsistensi pembacaan, bahasa Esperanto sangat fonetis. Artinya, satu huruf adalah untuk satu fonem.  Bahasa Esperanto memiliki sedikit variasi huruf bertanda diakritik caron (tanda seperti topi "^") dan breve (tanda lengkungan seperti busur menghadap ke atas) serta tidak memiliki huruf QWX, dan Y. Berikut di bawah ini adalah urutan alfabetis alfabet Latin Esperanto.




A B C Ĉ D E F G Ĝ H Ĥ I J Ĵ K L M N O P R S Ŝ T U Ŭ V Z

Pengejaan alfabet ini adalah:

A Bo Co Ĉo Do E Fo Go Ĝo Ho Ĥo I Jo Ĵo Ko Lo Mo No O Po Ro So Ŝo To U Ŭo Vo Zo


Seluruh huruf dibaca seperti dalam bahasa Indonesia, kecuali beberapa huruf. Di bawah ini akan diterangkan beberapa pengecualian itu dan juga aturan pemberian tekanan pada suku kata.


  1. C dibaca [ts]. Ini seperti bunyi ts dalam cats (English: kucing-kucing). Jadi, bedakan antara paco "perdamaian" ['patso] dengan paso "kuliah" ['paso].
  2. Ĉ dibaca [tʃ], seperti cicak atau church (English: gereja).
  3. E [e] selalu dibaca seperti e dalam sate, jahe, telefon, desa, dsb. Huruf ini tidak pernah dibaca seperti e dalam hening, kerling, sedap, terima, dsb.
  4. Ĝ [dʒ] dibaca seperti j dalam jajan, jamur, juang, jubah, baju, dsb.
  5. Ĥ [x] dibaca seperti kh dalam ikhlas, khas, ikhtiar, khusus dan sebagainya dalam bahasa Indonesia. Contoh lain bunyi ini ada dalam bahasa Jerman, seperti acht "delapan", Bach, atau Loch (Scottish: danau).
  6. J [j] dibaca seperti huruf y dalam bahasa Indonesia, seperti: yang, sayang, dayung, lembayung, dsb. Hal ini seperti membaca ejaan Indonesia yang lama.
  7. Ĵ [
    ʒ] tidak ada padanannya dalam bahasa Indonesia. Bunyi yang mendekati dalam bahasa Inggris adalah azure "warna langit biru" [a'ʒʲu:r]. Bunyi ini banyak terdapat dalam bahasa Rusia dan Prancis, seperti: держава (Rusian: kekuatan, kekuasaan, negara) dan joyeux (French: kegembiraan, kesenangan).
  8. Ŝ [
    ʃ] seperti sy dalam bahasa Indonesia. Contoh: masyarakat, musyawarah, Syawal. Dalam bahasa Inggris, bunyi huruf ini seperti sh dalam ship "kapal", shrine "takhta", shade "bayangan, perlindungan".
  9. Ŭ [w] atau [ʷ]. Bunyi ini adalah bunyi luncuran, seperti u pada kata saudara, pukau, payau, gurau, dan lain sebagainya. Terkadang, bila diapit 2 vokal, bunyi ini seperti bunyi huruf w dalam pawang, gawang, atau ua dalam uang, tuang, luang.
  10. Penekanan suku kata biasanya selalu pada suku kata pertama dari terakhir (penultimate mora). Sehingga, esti "adalah" dibaca ['esti] bukan [es'ti]. Knabo "anak laki-laki" dibaca ['knabo] bukan [kna'bo]. Ĝusta "benar" dibaca ['dʒusta] bukan [dʒus'ta]. Rekontas "bertemu (dulu)" dibaca [re'kontas], bukan ['rekontas] maupun [rekon'tas]. (Tanda ['] pada cara baca menunjukkan suku kata berikutnya diberi tekanan).
Bahasa Esperanto juga memiliki diftong. Diftong yang terdapat dalam bahasa Esperanto, yaitu: aj [aʲ], ej [eʲ], oj [oʲ], uj [uʲ], eŭ [eʷ], dan aŭ [aʷ]. Sehingga, kata-kata seperti hajlo "hujan es" dibaca ['haʲlo], ankaŭ "juga" ['ankaʷ], neutrala "netral" [neʷ'trala], multajn "banyak" ['multaʲn], dsb


Bahasa Esperanto juga memiliki kluster, rangkaian konsonan, seperti kn, kv, gv, dan sv. Semua rangkaian konsonan ini harus dibaca, seperti knabo "anak laki-laki" ['knabo], kvar "empat" ['kvar], gvidi "membimbing" ['gvidi], dan sviso "Swis" ['sviso]. Kluster kz juga harus dibaca [-kz-] seperti ekzistis "telah ada" [ek'zistis]. Terkadang, terdapat konsonan ganda. Biasanya ini terjadi karena pembentukan kata baru, seperti mallonga "pendek" [mal'loŋa].


Pemecahan suku kata sedikit berbeda dengan bahasa Indonesia. Pada suku kata terbuka suku kata dipisah setelah vokal, seperti pa-no "roti" ['pano], fe-i-no "peri" [fe'ino]. Pada suku kata tertutup suku kata dipisah pada konsonan sebelum konsonan terakhir, seperti sus-pek-ti "mencurigai" [sus'pekti] dan sank-ta "suci, santo, santa" ['saŋkta]. Namun, bila ada konsonan likuida, R atau L, konsonan sebelum salah satu konsonan likuida akan ikut huruf likuida, seperti ta-blo "meja" ['tablo], bukan tab-lo, deks-tra  "kanan" ['dekstra] bukan dekst-ra. Apabila ada imbuhan, maka pemecahannya adalah pemisahan imbuhannya terlebih dahulu seperti dalam bahasa Indonesia. Contoh: malavara "baik hati" [mala'vara] dieja mal-a-va-ra karena kata ini dibentuk dari mal "kebalikan dari" + avara "buruk hati". Contoh lainnya adalah lernejo "sekolah" [ler'nejo] dieja lern-ej-o.


Nah, setelah memahami cara membaca alfabet Esperanto, sekarang coba praktekkan pengetahuan dengan membaca paragraf di bawah ini. :)


Esperanto (origine Lingvo Internacia) estas la plej disvastigita internacia planlingvo. La nomo venas de la kaŝnomo "Dr. Esperanto", sub kiu la judakuracisto Ludoviko Lazaro Zamenhofo en la jaro 1887 (unu mil okcent okdek set) publikigis la bazon de la lingvo. La unua versio, la rusa, ricevis la cenzuran permeson disvastiĝi en la 26-a (dudek sesa) de julio; ĉi tiun daton oni konsideras la naskiĝtago de Esperanto. Li intencis krei facile lerneblan neŭtralan lingvon, taŭgan por uzo en la internacia komunikado, tamen ne anstataŭigi aliajn, naciajn lingvojn.

Kvankam neniu ŝtato akceptis Esperanton kiel oficialan lingvon, ĝi estas uzata de internacia komuno, nombranta laŭ diversaj taksoj cent mil ĝis du milionoj da parolantoj (depende de la lingvonivelo); estas proksimume unu milo da denaskaj parolantoj.

Esperanto akiris kelkajn internaciajn distingojn, ekzemple du rezoluciojn de UNESCO aŭ subtenon de konataj personoj de la publika vivo. Nuntempe ĝi estas uzata por vojaĝado, korespondado, interkompreniĝo dum internaciaj renkontiĝoj kaj kulturaj interŝanĝoj, kongresoj, sciencaj diskutoj, origina kaj tradukita literaturo, muziko, teatro, kino, presita kaj interreta raportadoj, radia kaj televida elsendadoj.

La vortprovizo de Esperanto devenas plejparte el la okcidenteŭropaj lingvoj, dum ĝia sintakso kaj morfologio montras ankaŭ slavlingvan influon. La morfemoj ne ŝanĝiĝas kaj oni povas ilin preskaŭ senlime kombini, kreante diverssignifajn vortojn, Esperanto do havas multajn kunaĵojn kun la analizaj lingvoj, al kiuj apartenas ekzemple la ĉina; kontraŭe la interna strukturo de Esperanto certagrade respegulas la aglutinajn lingvojn, kiel la japanan,svahilan aŭ turkan.
Diadaptasi dari: Esperanto

Serasa seperti mengetahui artinya tanpa perlu penerjemahan, bukan? Ya, karena hampir semua kata-kata dalam bahasa Esperanto diadaptasi dari bahasa-bahasa Eropa, seperti Inggris, Jerman, Prancis, Spanyol, Italia, Rusia, dll.

Pada bagian berikutnya akan dijelaskan mengenai tata bahasa Esperanto. OK, cukup sudah pertemuan hari ini. Kaj la Esperanton ni parolu! 

1 komentar:

Piotr mengatakan...

Sangat baik informasi tentang Esperanto bahasa!
Tre bona informo pri la lingvo Esperanto.
amike salutas vin Piotr el Polujo