Wikipedia

Hasil penelusuran

Sabtu, 07 Januari 2012

LakonAnimasi: Saatnya Kebangkitan Film Animasi Indonesia!

Pernah menyaksikan video di atas ini? Pecinta animasi dalam negeri pastinya sudah tahu akan berita ini. Sudah sebulan yang lalu video animasi ini ditayangkan di internet. Video ini adalah Transformer Cap Bajaj, Transformer asli dari Indonesia.


Penggarap film pendek ini adalah Lakon Animasi, sebuah rumah desain grafis asal Solo. Ini sebenarnya bukanlah rumah produksi film seperti yang Upin Ipin itu. Ini seperti lembaga peningkatan SDM dalam bidang animasi. Lakon Animasi memiliki situs di webnya, namun hingga artikel ini ditulis, situs ini masih underconstruction (lihat di sini). Mereka juga memiliki akun di Facebook dan Twitter.

Pada Suatu Ketika
Film singkat ini berjudul Pada Suatu Ketika dengan setting latar Kota Jakarta tahun 2000-an. Suasana rural Jakarta yang khas dengan keramaian, kemacetan, bajaj, orang tua, anak kecil, supir angkot sangat memenuhi adegan-adegan pada scene-scene pendahuluan. Cerita dimulai dari seorang kakek tua yang akan sedang menyantap mie (sepertinya mie ayam :D) dan alunan lagu Perdamaian versi dangdut. Keanehan mulai pun terjadi. Sinyal radio seperti putus-putus, lalu getaran-getaran yang semakin menguat.


Ufo menggantung di langit Jakarta
Klimaksnya terjadi ledakan sonik yang dahsyat, membuat orang panik ketakutan terhadap apa yang sedang terjadi. Sang kakek pun tak jadi memakan mie ayamnya (soalnya keburu tumpah :D) dan keluar warung mencari tahu apa yang sedang terjadi. Ternyata ada UFO yang luar biasa besarnya melayang menutupi sebagian lagit kota Jakarta. Segenap masyarakat yang melihatnya seakan-akan tersihir dengan keberadaan benda terbang yang luar biasa. Masyarakat langsung tersentak saat UFO itu menembakkan sinar biru ke tanah yang menyebabkan seluruh alat-alat seperti motor, bajaj, bus, dan radio menjadi robot-robot.


Robot "Doa Ibu" memimpin seluruh "Transformer Bajaj"
Satu robot terbentuk disusul dengan pembentukan robot lainnya. Robot bus 'Doa Ibu' sepertinya yang menjadi pemimpin di antara sekian banyak 'Transformer' lainnya. Namun kehadiran mereka ternyata tidak membuat masyarakat ketakutan. Mereka malah bengong melihatsegala macam benda berubah menjadi robot (dengan iringan musik jangkrik... krik.... krik... krik). Seperti sebuah trailer film, di akhir film ini sengaja cerita dibuat menggantung dengan sebuah pengumuman bahwa release seri berikutnya adalah tahun ini (2012).


Logo Lakon Animasi
Insan perfilman Indonesia pun seperti terpesona melihat 'Transformer' yang ternyata ada di Indonesia. Beragam tanggapan positif langsung membanjiri akun mereka di Twitter dan Facebook. Semua fans Transformer Cap Bajaj mendukung dijadikannya film singkat ini sebagai film layar lebar. Bahkan saat artikel ini ditulis sudah ada fan-page di Facebook "1001 Dukung Lakon Animasi "Pada Suatu Ketika" di jadiin Layar Lebar dengan anggota 1411 orang. Namun tanggapan yang berbeda datang dari pembuat Lakon "Pada Suatu Ketika" ini pada akun Facebook.


Menanggapi perkembangan yang terjadi pada terbitan video Lakon "Pada Suatu Ketika" ( LPSK ), kami merasa perlu menginformasikan kembali latar belakang pembuatan video dan mengembalikannya pada misi semula.

Pertama, LaKON animasi bukanlah Studio Produksi Animasi, melainkan lembaga/studi pelatihan animasi yang rencananya akan dilaksanakan di kota Solo. Kami berusaha ikut berpartisipasi, dalam kapasitas yang kami punya, untuk mendukung sektor industri yang kini sudah-sedang dan akan lebih berkembang, seperti yang sudah dimulai oleh studio-studio animasi di Jakarta-Bandung-Jogja-Batam dll. 

Sebagai lembaga penciptaan SDM, kami memposisikan diri sebagai pelengkap dari institusi-institusi pelatihan lain, yang sebelumnya sudah lebih dulu ada dan berjalan. Studi LaKON baru akan dimulai pada tahun 2012, dalam format ujicoba.

Kedua, Video LPSK dibuat dalam rangka uji materi pembelajaran dan pelatihan. Reel tersebut dibuat untuk menemukan bugs ( cacat, kelemahan, kekurangan) yang terdapat dalam program yang tengah kami susun, baik itu dalam kurikulum, modul dan wawasan pelaksana program. 

LPSK pada awalnya ditujukan untuk pemirsa terbatas di forum LaKON FB dan di media publik yang menekankan pada diskusi dan apresiasi, dalam hal ini situs video-sharing vimeo. 

Tanpa mengurangi rasa hormat atas atensi dan tanggapan dari publik yang lebih luas, bahwa pada akhirnya reel tersebut melebar ke media lain, adalah di luar tujuan penerbitan video.

Ketiga, tidak ada wacana dalam agenda kami untuk menjadikan reel/showcase kami untuk keperluan produksi komersial ( film komersial, tv seri, dll). Showcase studi memang kami buat dalam kemasan 'film' ( unsur cerita dan tokoh ) dengan maksud untuk menghubungkan relevansi program pelatihan dengan kebutuhan industri. 

Meski dalam kerangka non-komersial, kami akan tetap mempublikasikan showcase-studi berikutnya ke depan, tentunya dalam forum yang lebih terbatas.

Demikian informasi ini kami sampaikan untuk memperjelas status dan misi LaKON beserta showcase-studi kami.
Upin Ipin
Tentunya tanggapan ini menimbulkan kekecewaan pada sebagian orang. Namun sebagian orang menganggap ini adalah kebangkitan film animasi Indonesia. Masyarakat Indonesia sudah sangat akrab dengan film animasi karya Amerika Serikat yang menghiasi layar kaca. Bahkan Upin dan Ipin pun 'diimpor' dari Malaysia, bahkan ini sudah ada versi layar lebarnya.


Adanya short-film "Pada Suatu Ketika" ini dapat dijadikan sebagai refleksi kemampuan animator Indonesia yang sudah semakin maju. Teknologi desain grafisnya juga tak kalah bagus dengan yang ada pada Upin dan Ipin. Namun, kemampuan mengolah desain grafis ini tak sepantasnya berhenti sampai di sini. Pengembangan kreativitas yang lebih lanjut perlu dilakukan. Terlebih lagi Bapak Presiden Susilo Bambang Yudoyono telah membentuk Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. 


Pembuatan film animasi adalah salah satu bentuk dari penguatan ekonomi kreatif. Bisa dibayangkan bila bukan hanya film kartun Sangkuriang saja yang sudah mampu diproduksi Indonesia, tapi juga Film Kolosal Perang Diponegoro, Detik-detik proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia, kejayaan Era Majapahit-Sriwijaya, dan segenap ide-ide cemerlang lainnya mampu diwujudkan, baik yang bertema sejarah maupun kontemporer (bahkan kalau bisa bikin game Age of Empire: The Raising of Indonesian Empires :D 3D waaaah rancaaak banaaa!).


Tugas ini adalah tantangan graphic designer Indonesia dalam menjawab tantangan perfilman animasi global. Rasa-rasanya belum banyak perfilman Indonesia yang benar-benar edukatif, inspiratif, dan memenangkan banyak penghargaan internasional, apalagi yang animasi. Tentunya bangga dong apabila film animasi Indonesia memenangkan piala Oscar misalnya dan ditayangkan di bioskop-bioskop luar negeri! Ayo maju terus perfilman Indonesia! :D

Tidak ada komentar: