Wikipedia

Hasil penelusuran

Kamis, 22 Desember 2011

Ibu, Tanpamu lalu Apa artinya Aku?

Happy Mothers Day!
Ibu. Satu kata yang begitu populer hari ini. Ya. Betul sekali. Hari ibu. Hari Ibu ini ternyata tidak diperingati secara internasional pada tanggal 22 Desember looh. Hari ibu di setiap negara bervariasi. Bahkan, menurut wikipedia, hanya Indonesia yang merayakan Hari Ibu pada tanggal 22 Desember (lihat Mother's Day). Hayooo tau nggak kenapa Indonesia memperingati Hari Ibu ini pada tanggal 22 Desember setiap tahunnya? Usut punya usut, sewaktu zaman penjajahan kolonial telah terjadi sesuatu yang luar biasa pada tanggal 22 Desember.


Kilas balik yuuuk ke tanggal 22 Desember 1938 saat Kongres Perempuan Indonesia (lihat artikel ini). Tanggal ini kemudian ditetapkan oleh presiden sekaligus Bapak Proklamator Bangsa Indonesia, Ir. Soekarno, melalui Dekrit Presiden Nomor 316 Tahun 1959 menetapkan bahwa tanggal 22 Desember diperingati sebagai Hari Ibu dan dirayakan secara nasional. Perayaan ini bukannya tanpa sebab. Pada masa kolonial sudah menjadi rahasia umum bahwa wanita kurang mendapat akses terhadap pendidikan, kesehatan, kesetaraan gender terhadap mitranya kaum Adam.



Picture of a mother holding up her baby
Kini Hari Ibu diperingati sebagai hari seorang ibu mendapatkan banjir kado dari anak-anaknya... ^^' Atau mungkin, dari biasanya seorang isteri yang menyiapkan sarapan suaminya, pada hari ini suamilah yang menyeduhkan teh dan menyiapkan sarapan untuk isterinya. Anak-anak pun tak mau kalah rupanya. Beberapa anak yang bengal mendadak tobat hari ini secara massal (",`). Ramai-ramai mereka sungkeman mungkin, ada yang SMS "I luph U mom!", ada yang nelpon, ada yang gantiin nyuciin baju ibunya.... daaaan macem-macem deeeh... :D


OK, memang ini adalah positif. Tapi tak seharusnya hal ini terjadi HANYA dalam rentang waktu satu hari. Adduuh, jahat amat atuuuhh masak cuma 'baik-baikin' ibunya hanya untuk sehari sajaa... Setiap hari adalah ladang kebaikan, maka berbuat baiklah kepada kedua orang tua kita... (terutama ibu yaaa :D). Gak fair laah, masak cuma ngebantu mamih sehari... Bayangkan, Ortu Anda telah membesarkan Anda sedari kecil. Walau setiap hari Anda berusaha membalas jasa-jasa mereka (terutama ibu), tetap saja ada yang tak terbalas.


Sebagai contoh,ibu (ubtuk kaum Ayah sabaaar.... kan ada hari Ayah.... hehehee :D). Anda bahkan sedari awal kehidupan Anda di tempat yang gelap bernama rahim, Anda sudah menjadi vampir yang sangat rakus... Akibatnya ibu Anda makan dengan sangat lahap demi Anda laah... kan nutrisinya dibagi antara Anda dengan Ibu Anda... Bahkan kotoran Anda dibuang ke perut Ibu Anda sendiri... Biarin mah itu urusan si ibu yang ngebuangin nantinya... hehehehehe pissss :D
Bahkan Anda jauh lebih nyebelin daripada Jeng Kelin... ^^'
Setelah lahir pun Anda benar-benar menjengkelkan... Lebih nyebelin daripada Jeng Kelin... *o* Malem-malem bangunin orang seisi rumah minta gantiin popok... Di hari lain heboh minta cucu (susu maksudnya... :D)  Udah tambah gede tambal ngeselin... Mau mainan ini mau mainan itu, setelah didapat sore-sorenya nggak bisa dimainin lagi... (waah... mendadak jadi inget diri sendiri... ^^')... Tambah gede lagi (udah SD ceritanya :D) makin aneh aja permintaan si anak.. Intinya maaah selama anak masih dalam dekapan ortu, adaaa aja permintaannya. Dan ortu dengan kasih sayangnya berusaha memberikannya... Naaah, sekarang pertanyaannya adalah sanggupkah Anda membalas itu semua? Jawabannya: TIDAK. Kok? O.o


Ya iya lah. Pas lahir udah minta cucu... Misal ibu Anda sudah tua mau nyusu (minum susu indomilk :D) apakah Andaakan segera menyiapkannya tanpa gerutuan, tanpa perasaan sebal? Seperti halnya ibu Anda memberi air susunya malah untuk Anda tersajang (tersayang... ^^)... Sanggupkah Anda? Waktu Anda pertama kali berjalan. Anda sering jatuh, lalu ibu Anda membantu Anda berdiri lagi dan berjalan lagi... Misal sekarang Anda melihat ibu Anda sudah lemah untuk berjalan. Apakah Anda akan merawatnya sebagaimana mereka merawat Anda sewaktu Anda masih kecil? Atau malah menitipkan mereka ke panti-panti??? Terlalu banyak sampai-sampai tak dapat ditulis di sini...


Mother and children at the beach
Hari Ibu sebaiknya tidak hanya dijadikan momentum mengucapkan "Selamat Hari Ibu" untuk mama tertjinta atau iboe tersajang... Namun juga menjadi bahan renungan seorang anak, betapa besar jasa seorang ibu untuk Anda. Betapa besar seorang ibu bertaruh nyawa saat melahirkan Anda... Betapa oooh betapa (saking bingungnya mau nulis apa.... :D). Menjadi anak yang berguna, saleh, saleha (bukan nama sinetron ya hehehehe pissss ;D) mengabdikan dirinya untuk bangsa dan negara (weiss mulai berbobot nii :p) tentu adalah dambaan bagi setiap ortu, terutama ibu... Tentunya, hanya rasa terima kasih yang tulus dan doa yang dapat kita panjatkan. Semoga hari ini dan seterusnya akan menjadi Hari Ortu kita sampai akhir hayat mereka... :D


Kasih anak sepanjang galah, kasih ibu sepanjang masa (peribahasa)

Mendadak jadi inget sebuah lagu... Lagu TK memang, tapi isinya menyentuh hati. Membuat diri ini ingin mengabdi dengan pengabdian yang tulus kepada ibunda, untuk bangsa dan negara...


Kasih ibu kepada beta tak terhingga sepanjang masa. Hanya memberi tak harap kembali. Bagai sang surya menyinari dunia.

Love Mom always...

Tidak ada komentar: