Wikipedia

Hasil penelusuran

Rabu, 21 Desember 2011

Duka di Negeri Paektu, Kebingungan di Seluruh Dunia.

Mount Paektu, North Korea
Sebuah negeri kini sedang berduka. Kim Jong Il, pemimpin revolusioner Korea Utara, meninggal dunia tanggal 17 Desember 2011 saat pulang dalam perjalanan di kereta api. Pemimpin yang sudah kiranya tujuh belas tahun berkuasa meninggal akibat serangan jantung. Duka pun serentak menghenyakkan seluruh negeri. Yaah, wajarlah apabila seorang pemimpin dari sebuah negara, apalagi yang masih dalam masa tugasnya, meninggal dunia pasti rakyatnya akan sangat berduka. Walaupun ada oposisi, tetaplah mereka berduka demi menghormati pemimpin yang telah mangkat.



Di Korea Utara, hidup dalam genggaman Komunis, rakyat seperti dikomando berkumpul di lapangan-lapangan terbuka, berkumpul di depan patung pemimpin Korea Utara, Kim Jong Il dan Kim Il Sung. Smuanya menangis histeris. Bahkan ada yang sampai sujud-sujud, layaknya seorang raja telah mangkat saja. Terus terang aku jadi bingung... Ini negara apa kerajaan yaa??? :D Dari pelaar, buruh, tentara, politisi, semuanya deh ikut mengangis. Jadi seperti koor tanpa kondaktur. Bagai sebuah paduan suara yang membawakan requiem mengalun dari Pyonyang menyeruak ke seluruh negeri Paektu.

Entah mereka beneran menangis atau bohongan, entahlah. Aku tidak tahu. Yang jelas dalam banyak rekaman mereka menangis. Entah menangis atau 'menangis'. Hanya dia dan Tuhan yang tahu. Kalau ini diibaratkan pemimpin yang baik sekali terhadap rakyatnya. Pemimpin yang selalu memerhatikan segenap aspek kebutuhan rakyatnya. Pemimpin yang membangun negerinya dengan semangat juang yang tinggi. Pemimpin yang menjadi orang pertama yang maju melawan penindasan, intervensi, dan infiltrasi kekuatan asing. Pemimpin yang menjadi orang terakhir dalam menyantap makanan minuman lezat nan bergizi setelah seluruh rakyatnya mendapatkannya. Maka pemimpin itu pantas mendapat tangisan. Kalau sebaliknya, maka tangisan yang ada adalah tangisan palsu.

Andaikata ada seseorang yang meninggal, maka yang patut dilakukan oleh tetangga-tetangga terdekatnya adalah mengucapkan belasungkawa. Namun hal ini rupanya tidak terjadi di kawasan Asia Timur (bahkan menyeberang hingga Eropa dan Amerika). Korea selatan langsung kelabakan dan menempatkan pasukannya di sekitaran perbatasan negaranya dengan Korut. Padahal mereka serumpun... Jepang langsung mengadakan pertemuan darurat dan membahas segala hal-hal yang terkait dengan kemungkinan-kemungkinan terburuk yang mungkin akan terjadi di kawasan. Cina sebagai sahabat setia (ya iyaa laaaaahhh.... Cina juga komunis... :D) menyatakan akan memberikan dukungannya terhadap Korea Utara dan menyatakan siap menjaga stabilitas keamanan kawasan Semenanjung Korea.

Rusia bersikap hal yang serupa dengan Cina. Berbeda dengan Amerika. Amerika mengatakan untuk menjaga komitmennya dengan Korea Selatan. Waah... ini orang, Kim Jong Il, benar-benar membuat repot petinggi negara-negara kuat yaaa... ^^' Amerika aja sampe gelisah... Jepang yang sekian lama diam beberapa jam setelah wafatnya Kim Jong Il akhirnya menyatakan belasungkawanya. Tidak dengan Korea Selatan. Korsel dan Korut memang secara teknis masih dalam suasana perang. Jadinya walaupun Korsel mengucapkan belasungkawa terhadap Korut, kesannya seperti dipaksakan. Iran yang nun jauh di seputara Timur Tengah tak lupa memberikan belasungkawanya (memang siii sekutu dekat.... gimana nggak berbelasungkawa)
North Koreans mourn

Apapun yang terjadi di sana, semoga Korut segera stabil lagi. Menjadi negara yang kuat. Tidak mudah diintervensi. Menjadi negara yang mandiri. Menjadi negara yang terbuka terhadap dunia luar tanpa harus menjadi negara yang ikut-ikutan, latah dalam menyikapi dinamika sosial dunia. Tentunya tidak bermusuhan lagi dengan Korea Selatan. Sayang atuh, musuhan terus. Pengembangan nuklirnya semoga tidak ditujukan untuk kegiatan yang tidak-tidak, melainkan sebagai pengembang ilmu pengetahuan di bidang nuklir. Mampu menyejahterakan rakyatnya. Dan lain lain daaahh... :D

Korut, sebetulnya adalah negeri yang indah. Sayang negeri ini tertutup... Seperti berada di balik rimbunnya dedaunan dari pohon-pohon mugunghwa di taman. Keindahannya tersembunyi. Membuat orang selalu berspekulasi tentang apa saja yang mungkin ada di baliknya...
North Korea Tank Salute
Social realities and its dynamics are always colouring the entire human life, since the birth of a human 'till his death comes, along his ages definitely. And each human has an ability to give his contribution or just being swept away by the waves of life. Life is a struggle to be a survivor or a knocked down boxer in a title match.
Sumber:
http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2011/12/111219_kim_neighbour.shtml
http://internasional.kompas.com/read/2011/12/20/16321748/Belasungkawa.Korsel.Pakai.Syarat
http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2011/12/111218_kimjongildies.shtml

Tidak ada komentar: