Wikipedia

Hasil penelusuran

Sabtu, 01 Oktober 2011

Jalan

Sunyi...
Langit menggantung dalam diam...
Bumi menghampar dalam diam...

Aku ingin menyapa angin...
Aku ingin menyapa air...
Aku ingin menyapa api...
Angin berbisik dalam tawa
Air mengalir tak menyapa
Api berkobar dalam asa...

Bintang gemintang
Bulan
Sang mentari hanya bergerak saja
Memberikan arah dan cahaya
Setiap kali kubertanya, tak ada yang menjawab...


Keramaian kota dalam kesunyian jiwa...
Kebisingan pasar dalam tempat tak bersuara...
Panasnya debat dalam kehampaan makna...
Dinginnya amarah dalam pekatnya sukma...

Sukma kelabu...
Banyak yang mengaku...
Tapi tak ada yang berkata AKU!
Banyak yang berkata
Tapi tak ada yang berkata SAYA!
Tiba-tiba semua arah muncul dalam direksi yang berbeda-beda...

Jalan ini penuh tikungan... penuh kabut... penuh perlintasan...
Tanpa pemandu... Namun banyak tanda pandu...
Tanpa traffic light... Namun banyak yang mengatur jalan...
Di manakah jalan ini berakhir?

Aku melihat semuanya dalam potongan slide yang sempurna...
api, air, angin, dan bumi...
semuanya tetap diam dalam gerak...
Tapi air mendekatiku dan berkata...
"Tetaplah hidup dan memberi makna"
"Hingga saatnya"
"Saat kau menengok ke belakang"
"Engkau akan dapati"
"Karya sejati"
"Karya dirimu"
"Dirimu seutuhnya"

Tidak ada komentar: